Selasa, 27 November 2012


Pada bahasan ini, Dr. Hasan Abduh, seorang dosen jurusan pendidikan, mengatakan bahwa kesetiaan adalah ketulusan, tidak melanggar janji atau berkhianat, perjuangan dan anugerah, serta mempertahankan cinta dan menjaga janji bersama.
Kesetiaan diantara suami istri harus meliputi kesetiaan pada hal-hal kecil yang ada pada kehidupan mereka. Agar keduanya dapat hidup dengan dipenuhi cinta, kasih sayang, penghormatan dan ketulusan dalam hati, tidak saling menyakiti satu sama lain.
Kesetiaan berarti perjuangan, anugerah, pengor­banan, dan kesabaran. Caranya adalah dengan :
§ memberinya perhatian,
§ menjaganya, dan tidak meniggalkannya sendiri,
§ mengkhawatirkannya dari segala hal yang mungkin bisa menyakitinya,
§ menjaga perasaannya, menghargai perjuangan­nya,
§ mengucapkan terima kasih atas apa yang dia kerjakan,
§ tidak mengumbar kekurangan, dan menjaga rahasia-rahasianya,
§ berusaha untuk membahagiakan,dan memuji kelebihan,
§ mengingat kebaikan, dan melupakan kesa­lahan­nya,
§ setelah berpisah, mengingat kenangan-kenangan dan saat-saat bersamanya yang penuh keindahan.
Sifat setia tidak akan berkumpul dengan perasaan curiga, cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain sebagainya. Bila ada pasangan berbuat salah, maka tak ada yang dilakukan oleh seorang yang setia melainkan segera melupakannya, memaafkan, dan tidak mengumbarnya kepada orang lain, sembari mengingat kembali kebaikan dan kelebihannya.
Dr. Hasan Abduh menambahkan, kesetiaan pada pengertian yang lebih luas tidak akan terwujud kecuali bila hubungan yang mengikat keduanya berdiri di atas pondasi yang kuat, yang baik, kokoh dan ditopang prinsip-prinsip serta tujuan-tujuan yang jelas.
Ada tiga unsur pokok dalam kesetiaan, yaitu cinta, humanis, dan iman. Cinta berfungsi sebagai penggerak, humanis berfungsi sebagai penjaga dan media untuk berkelanjutan, serta iman berfungsi sebagai penguat, penyempurna dan pengembang.

cinta


Pada bahasan ini, Dr. Hasan Abduh, seorang dosen jurusan pendidikan, mengatakan bahwa kesetiaan adalah ketulusan, tidak melanggar janji atau berkhianat, perjuangan dan anugerah, serta mempertahankan cinta dan menjaga janji bersama.
Kesetiaan diantara suami istri harus meliputi kesetiaan pada hal-hal kecil yang ada pada kehidupan mereka. Agar keduanya dapat hidup dengan dipenuhi cinta, kasih sayang, penghormatan dan ketulusan dalam hati, tidak saling menyakiti satu sama lain.
Kesetiaan berarti perjuangan, anugerah, pengor­banan, dan kesabaran. Caranya adalah dengan :
§ memberinya perhatian,
§ menjaganya, dan tidak meniggalkannya sendiri,
§ mengkhawatirkannya dari segala hal yang mungkin bisa menyakitinya,
§ menjaga perasaannya, menghargai perjuangan­nya,
§ mengucapkan terima kasih atas apa yang dia kerjakan,
§ tidak mengumbar kekurangan, dan menjaga rahasia-rahasianya,
§ berusaha untuk membahagiakan,dan memuji kelebihan,
§ mengingat kebaikan, dan melupakan kesa­lahan­nya,
§ setelah berpisah, mengingat kenangan-kenangan dan saat-saat bersamanya yang penuh keindahan.
Sifat setia tidak akan berkumpul dengan perasaan curiga, cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain sebagainya. Bila ada pasangan berbuat salah, maka tak ada yang dilakukan oleh seorang yang setia melainkan segera melupakannya, memaafkan, dan tidak mengumbarnya kepada orang lain, sembari mengingat kembali kebaikan dan kelebihannya.
Dr. Hasan Abduh menambahkan, kesetiaan pada pengertian yang lebih luas tidak akan terwujud kecuali bila hubungan yang mengikat keduanya berdiri di atas pondasi yang kuat, yang baik, kokoh dan ditopang prinsip-prinsip serta tujuan-tujuan yang jelas.
Ada tiga unsur pokok dalam kesetiaan, yaitu cinta, humanis, dan iman. Cinta berfungsi sebagai penggerak, humanis berfungsi sebagai penjaga dan media untuk berkelanjutan, serta iman berfungsi sebagai penguat, penyempurna dan pengembang.